Sabtu, 17 November 2012

Interaksi Sosial dalam Dinamika Sosial Budaya

Manusia itu unik satu sama lain. Baik perilaku maupun tindakannya masing-masingmemiliki ciri tersendiri. Namun, sebagai makhluk sosial, tindakan manusia seunik apapun tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosialnya. Tindakan apapun yang kita lakukan bisa jadi mempengaruhi atau dipengaruhi orang-orang di sekitar kita. Pengaruh itu bisa berasal dari keluarga samapi masyarakat yang lebih luas. Itulah sebabnya, tindakan yang dilakukan manusia merupakan tindakan sosial. Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipe, yaitu:
1.      Tindakan Sosial Instrumental
Tindakan sosial seperti ini dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang akan dicapai. Tindakan ini bersifat rasional.
2.      Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Tindakan sosial seperti ini dilakukan dengan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang ingin dicapai tidak terlalu dipertimbangkan. Tindakan ini menyangkut baik dan benar menutut masyarakat.
3.      Tindakan Sosial Tradisional
Tindakan sosial ini dilakuakn tanpa perhitungan secara matang, melainkan karena kebiasaan yang berlaku selama ini dalam masyarakat. Tindakan ini cenderung dilakukan tanpa suatu rencana terlebih dahulu, baik tujuan maupun carany, karena pada dasarnya mengulang dari yang sebelumnya.
4.      Tindakan Afektif
Tindakan sosial ini merupakan tindakan tindakan yang irrasional. Karena sebagaian besar tindakan dilakukan oleh perasaan (afeksi) ataupun emosi, tanpa perhitungan atau pertimbangan yang matang. Seperti marah, cinta, gembira, atau sedih muncul begitu saja sebagai ungkapan langsung terhadap keadaan tertentu.
 
A.    Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Artinya berbagai bentuk pergaulan sosial menjadi bukti betapa manusia membutuhkan kebersamaan dengan orang lain. Interaksi sosial erat kaitannya dengan naluri manusia untuk selalu hidup bersama orang lain, dan ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Naluri ini dinamakan gregariousness.
1.      Faktor-faktor Interaksi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, terdapat empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial:
a.       Imitasi
Adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. Adakalanya imitasi berdamapk positif apabila yang ditiru individu-individu yang baik menurut pandangan umum masyarakat. Akan tetapi, imitasi bisa juga berdamapak negatif apabila individu yang ditiru berlawanan dengan pandangan umum masyarakat.
Contoh: seorang siswa meniru penampilan seorang bintang film terkenal, seperti rambut gondrong, memakai anting, memakai gelang dn kalung secara berlebihan.
b.      Sugesti
Adalah pemberia pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti sugesti tersebut dan menerimanya secara sadar atau tidak tanpa berfikir panjang.
Contoh: pimpinan parpol melakukan kampanye di hadapan khalayak ramai agar memilih partai politiknya. Tindakan ini dilakukan untuk meyakinkan dan mempengaruhi orang banyak agar mengikuti partainya.
c.       Identifikasi
Adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan sugesti yang pengaruhnya amat kuat.
d.      Simpati
Adalah proses di mana seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak.
2.      Syarat-syarat Interaksi Sosial
a.    Kontak
Kontak dapat terjadi baik melalui sentuhan fisik, maupun tidak (hanya menukar tanda-tanda) misalnya senyum, tatapan mata, memanggil dll.
Wujud kontak sosial
1.    Kontak antar individu
2.    Kontak antar kelompok
3.    Kontak antara individu dan suatu kelompok
Kontak sosial langsung dan tidak langsung
1.      Kontak primer
2.      Kontak sekunder
b.    Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.
B.     Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
1.      Proses Asosiatif
a.      Kerja sama
Kerja sama berawal dari kesamaan orientasi. Misalnya, warga rela bekerja bakti membersihkan lingkungan karena sama-sama menyadari manfaat lingkungan yang bersih. Kerja sama akan bertambah kuat apabila ada bahaya yang mengancam dari luar.
b.      Akomodasi
Akomodasi berarti adanya kesimbangan interaksi sosial dalam kaitannya dengan norma dan nilai yang ada di dalam masyarakat.
c.       Asimilasi
Asimilasi merupakan proses sosial pada tahap lanjutan. Asimilasi terjadi apabila telah terjadi tahap kerja sama dan akomodasi.
d.      Akulturasi
Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan asli.
2.      Proses dissosiatif
a.      Persaingan
Adalah proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenanagan tertentu.
b.      Kontravensi
Kontravensi ditandai oleh ketidak pastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
c.       Pertikaian
Petikaian merukan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Artinya dalam perselisihan sudah bersifat terbuka.
d.      Konflik
Suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih, di mana pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
C.    Proses Pembentukan Kelompok, Lembaga, dan Organisasi Sosial
1.      Kelompok dan Asosiasi
Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotannya dan saling berinteraksi.
Macam-macam kelompok sosial:
a.       Kelompok statis, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya.
b.      Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
c.       Kelompok sosial, yaitu kelompok yang naggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
d.      Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.
Faktor pembentuk kelompok sosial:
a.       Kedekatan
b.      Kesamaan
2.      Lembaga
Dalam sosiologi, lembaga merupakan suatu sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang oleh masyarakat dianggap penting. Sistem norma tersebut mencangkup gagasan, aturan, tata cara kegiatan, dan ketentuan sanksi (reward sistem).
Pembentukan lembaga sosial. Lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang hidup di masyarakat. Norma-norma tersebut mengalami pelembagaan (instititionalized), yaitu proses menjadi bagaian dari kehidupan masyarakat sehinggadikenal, diakui, dihargai, dan ditaati. Setelah pelembagaan, berlangsung internalisasi (internalized), yaitu proses penyerapan norma-norma oleh masyarakat sehingga norma-norma itu mendarah daging sebagai pedoman cara berfikir, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah cara-cara perilaku masayarakat yang terorganisasikan secara sosial atau jaringan hubungan antar warga masyarakat yang bersangkutan di dalam suatu tempat dan waktu yang relatif sama.
Pembentukan organisasi sosail. Pada dasarnya, setiap organisasi dan kelompok terbentuk diawali dengan adanya interaksi antara dua orang atau lebih. Dari interaksi sekelompok orang tersebut berkembang menjadi suatu bentuk kerja sama untyk mencapai tujuan yang ditetapkan bersama. Tujuan itu bisa berupa pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidupnya atau kesamaan idealisme yang ingin diwujudkan bersama.

D.    Perubahan dan Dinamika Sosial Budaya
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam waktu tertentu terhadapa organisasi sosial masayarakat yang meliputi nilai-nilai, norma, kebudayaan, dan sistem sosial dengan cara memodifikasi pola-pola kehidupan manusia untuk memperoleh keseimbangan hubungan sosial.
Faktor-faktor penyebab perubahan sosial budaya:
1.      Faktor intern
·         Bertambah atau berkurangnya penduduk
·         Adanya penemuan baru
·         Konflik dalam masayrakat
·         Revolusi
·         Ideologi
2.      Faktor ekstern
·         Lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia
·         Peperangan
·         Pengaruh kebudayaan masayarakat lain

Sumber
Idianto, M. 2002. Sosiologi SMA untuk kelas X Jilid I. Jakarta: Erlangga


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar